Sobat FE Universitas Tarumanagara, kalian tentu
sudah tahu apa itu FORKAM, bukan? Ya, FORKAM adalah Forum Komunikasi dan
Aspirasi Mahasiswa, suatu
kegiatan yang diadakan untuk dapat menyampaikan aspirasi kita langsung kepada
pimpinan yang hadir. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada
hari Rabu tanggal 6 Maret 2013 pada pukul 13.00-16.30 BBWI di Ruang Seminar
Blok A Lantai 3 Kampus II Universitas Tarumanagara. FORKAM terbagi dalam dua
sesi, yaitu Akademik dan Non-Akademik. Jika
teman-teman memiliki kritik
dan saran, kalian bisa langsung datang ke FORKAM dan
menyampaikannya di hadapan para pimpinan. Kritik dan saran kalian dapat membawa
kemajuan bagi FE Universitas Tarumanagara loh. Kami tunggu ya kedatangannya di FORKAM
Semester Genap!
WELCOME
Welcome.... This is our blog DPMFE Universitas Tarumanagara.. you will get a lot of information about us from this blog.. happy scrolling and happy reading.. :))
Selasa, 05 Maret 2013
Jumat, 01 Maret 2013
DIVERCITY
Hai teman-teman, pada kali ini
DPMFE mengadakan acara DIVERCITY. DIVERCITY merupakan kepanjangan dari DPMFE in
Serve for Consultatiton and Information for You. Kegiatan ini telah berlangsung
pada awal Semester Genap Periode 2012/2013, yaitu hari Senin-Jumat pada tanggal
11-15 Februari 2013 pukul 09.20-16.30 BBWI di Lantai Dasar Hall B-C Kampus II Universitas Tarumanagara.
Dalam kegiatan ini, DPMFE membantu
mahasiswa FE Universitas Tarumanagara yang ingin berkonsultasi dan
menyelesaikan masalah-masalah akademik atau non-akademik yang mereka hadapi
serta membagi informasi-informasi terbaru seputar FE Universitas Tarumanagara.
Beberapa mahasiswa juga ada yang meminta pertolongan untuk memecahkan masalah
yang mereka alami. Beberapa contoh masalah akademik yang sudah di-follow up, misalnya masalah tambah mata
kuliah, penanganan kelas yang tutup atau bentrok, dan masih banyak lagi.
Sedangkan masalah-masalah non-akademik yang dikonsultasikan mahasiswa, seperti
masalah lift.
Kami mengucapkan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah mendukung berlangsungnya kegiatan ini. Sampai
jumpa di kegiatan DPMFE selanjutnya ya...
Rame banget yang sedang konsultasi *\(^o^)/*
wow... dancenya kompak banget ;;)
Bantulah mahasiswa sebanyak mungkin... jia you! \\(^0^)//
Minggu, 10 Februari 2013
Asal-Usul Perayaan Tahun Baru China
Nah,
mungkin sebagian dari teman-teman ada yang belum mengetahui nih sejarah atau asal usul perayaan Tahun
Baru China atau biasa lebih dikenal dengan Tahun Baru Imlek. Yuk kita intip
lebih dekat kebudayaan yang satu ini.
Ada
sebuah legenda kuno yang mengisahkan asal usul tradisi perayaan Imlek di
Tiongkok, begini ceritanya :
Dahulu
kala ada seekor monster jahat yang memiliki kepala panjang dan tanduk yang
tajam. Monster yang bernama “nian” ini sangat ganas, dia berdiam didasar
lautan, namun setiap tahun baru dia muncul ke darat untuk menyerang penduduk
desa dan menelan hewan ternak. Oleh karena itu setiap menjelang tahun baru,
seluruh penduduk desa selalu bersembunyi dibalik pegunungan untuk menghindari
serangan monster nian ini.

Pada suatu hari saat menjelang pergantian tahun, semua penduduk desa sedang sibuk mengemasi barang-barang mereka untuk mengungsi ke pegunungan, datanglah seorang lelaki tua berambut abu-abu ke desa itu. Dia memohon ijin menginap semalam pada seorang wanita tua dan meyakinkannya bahwa dia dapat mengusir pergi monster nian ini. Tak ada satupun yang mempercayainya. Wanita tua ini memperingatkan dia untuk ikut bersembunyi bersama penduduk desa lainnya, tetapi lelaki tua ini bersikukuh menolaknya. Akhirnya penduduk desa meninggalkan dia sendirian di desa itu.
Ketika
monster nian mendatangi desa ini untuk membuat kekacauan, tiba-tiba dia
dikejutkan suara ledakan petasan. Nian menjadi sangat ketakutan melihat warna
merah, kobaran api dan mendengar suara petasan itu. Pada saat bersamaan, pintu
rumah terbuka lebar lalu muncullah lelaki tua itu dengan mengenakan baju
berwarna merah sambil tertawa keras. Nian terkejut dan menjadi pucat pasi, dan
segera angkat kaki dari tempat itu.
Hari
berikutnya, penduduk desa pulang dari tempat persembunyiannya, mereka terkejut
melihat seluruh desa utuh dan aman. Sesaat mereka baru menyadari atas peristiwa
yang terjadi. Lelaki tua itu sebenarnya adalah Dewata yang datang untuk
menolong penduduk desa mengusir monster nian ini. Mereka juga menemukan tiga
peralatan yang digunakan lelaki tua itu untuk mengusir nian. Mulai dari itu,
setiap perayaan Tahun Baru Imlek mereka memasang kain merah, menyalakan petasan
dan menyalakan lentera sepanjang malam, menunggu datangnya Tahun Baru. Adat
istiadat ini akhirnya menyebar luar dan menjadi sebuah perayaan tradisional
orang Tionghoa yang megah dalam menyambut “berlalunya nian” (dalam bahasa
Tionghoa, nian berarti tahun).
Orang
Tionghoa selalu mengkaitkan periode waktu dari hari ke 23 hingga ke 30 dalam 12
belas bulan tahun lunar tepat sebelum Hari Raya Imlek sebagai “nian kecil”.
Setiap
keluarga Tionghoa diharuskan membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka
untuk menyambut datangnya tahun baru. Di samping membersihkan lingkungan sekitar,
setiap keluarga Tionghoa membuat berbagai hidangan menyambut Imlek yang terbuat
dari daging ayam, bebek, ikan dan sapi/babi, serta manisan dan buah-buahan. Tak
ketinggalan pula para orang tua membelikan baju baru untuk anak-anaknya dan
mempersiapkan bingkisan angpao saat mengunjungi kerabat dan keluarga.
.jpg)
Ketika malam
Tahun Baru tiba, seluruh keluarga berkumpul bersama. Di wilayah utara Tiongkok,
setiap keluarga memiliki tradisi makan kue bola apel, yang dalam bahasa
Tionghoa-nya disebut Jiao, pelafalannya sama dengan kata bersama dalam bahasa
Tionghoa, sehingga kue bola apel sebagai simbol kebersamaan dan kebahagiaan
keluarga. Selain itu jiao juga bermakna datangnya tahun baru. Di wilayah
selatan Tiongkok, masyarakatnya suka sekali memakan kue manisan Tahun Baru
(yang terbuat dari tepung beras lengket), yang melambangkan manisnya kehidupan
dan membuat kemajuan dalam Tahun Baru ini. Menjelang jam 12 malam, setiap
keluarga akan menyalakan petasan.
Hari
pertama Tahun Baru Imlek, orang Tionghoa menggunakan baju baru dan mengucapkan
selamat kepada orang yang lebih tua. Anak-anak yang mengucapkan tahun baru
kepada yang lebih tua, akan mendapatkan angpao uang. Sedangkan pada hari kedua
dan ketiga, mereka saling mengunjungi teman dan kerabat dekatnya.
Selama
masa perayaan Tahun Baru Imlek, pada umumnya jalan-jalan di area perdagangan
penuh sesak dengan keluarga Tionghoa yang berbelanja untuk keperluan Imlek. Di beberapa
tempat di luar negeri biasanya diadakan berbagai acara hiburan menyambut Imlek
seperti pertunjukkan Barongsai dan Naga, pasar bunga dan pameran klenteng.
Setelah
hari ke-15 bulan pertama dalam kalender Lunar adalah waktu diadakannya Festival
Lentera, yang menandakan berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek.
Hingga
saat ini, perayaan Imlek selalu diperingati setiap tahunnya dengan berbagai
Tradisi seperti : sembahyang, membakar dupa dan uang-uang an kertas, pergi ke
kelenteng untuk meramal nasib di tahun depan, hingga memberi angpao pada
saudara yang belum menikah.
Perayaan Imlek
tak dapat dilepaskan dari elemen-elemen khas seperti barongsai, liong, kembang
api, serta makanan tahun baru. Bagi para ekspatriat China, hal ini setidaknya
dapat mengobati rasa rindu mereka terhadap perayaan Imlek di tempat asal.
Selamat
Tahun Baru Imlek bagi teman-teman yang merayakannya ^^
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)